Tampilkan postingan dengan label .embun pagi. . .. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label .embun pagi. . .. Tampilkan semua postingan

Kamis, Januari 24

Kisah tentang UANG

.^^. Sebuah kisah tentang uang Rp 1.000,- dan Rp 100.000,- yang sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan dari Bank Indonesia. Pada saat yang bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank, dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. Kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah percakapan, Si uang Rp 100.000,- bertanya kepada uang Rp 1000,- 
     "Kenapa badan kamu begitu lecek, kotor, dan bau amis?"
     Dijawablah olehnya, "Karena aku begitu keluar dari Bank langsung berada ditangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan ditangan pengemis."
Lalu si uang Rp 1000,- balik bertanya kepada uang Rp 100.000,-
     "Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?"
     Kemudian dijawablah oleh uang Rp 100.000,- ,"Karena begitu aku keluar dari Bank langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet."
     Lalu uang Rp 1000,- bertanya lagi, "Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?" 
     Dijawabnya oleh uang Rp 100.000,- ,"Belum pernah."
     Uang Rp 1000,- pun berkata lagi, "Ketahuilah, walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap jum'at aku selalu mampir di Masjid-masjid, minggu di Gereja-gereja, Vihara, Klenteng, Pura dan ditangan anak-anak yatim. Bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan karena aku tidak dipandang manusia bukan karena nilai, tapi yang dipandang adalah sebuah manfaat."
     Akhirnya menangislah si uang Rp 100.000,- karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tidak begitu bermanfaat selama ini. Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaat penghasilan Anda tersebut. Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan. 
     Oleh karena itu, semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat dan memberi manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dari sifat sombong :D semangat !

Sabtu, Januari 19

BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI DALAM SISTEM PENDIDIKAN KITA

.^^.
Buat kamu, pelajar dan calon orang tua di masa depan :)
BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI DALAM SISTEM PENDIDIKAN KITA

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)
      Lima belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. 
      Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. 
      Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.
      Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”
“Dari Indonesia,” jawab saya.
Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM
       Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.
       “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.
       “Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.
       Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.
       Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.
       Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.
       Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.
       Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.
       Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

       Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.
       Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.
       Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.
       Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.
       Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.
       Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”
       Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. 
       Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN
       Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.
       Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
       Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.
       Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.
       Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.
       Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.



------> satu spirit bagi saya dan teman-teman lain di Prodi Pendidikan Biologi UNY pada khususnya, dan para calon pendidik dari bidang lain pada umumnya, untuk menjadi pendidik yang jauh lebih memahami kondisi bangsa maupun subyek didik yang kelak akan kami hadapi. :D semangat demi Indonesia yang baru dan lebih baik...

Sabtu, Januari 12

Romantis?

.^^. Romantis, satu kata yang sampai detik ini enggak pernah terselesaikan dengan baik dalam pembendaharaan kata di kamus ku. Segala sesuatu yang membuat semua wanita merasa istimewa dan bahagia. Dan mungkin untuk para pria ini adalah hal yang mereka lakukan demi orang yang dicinta atau hal yang paling ‘norak’ untuk dilakukan. :P
Romantis, adalah salah satu kata yang muncul ketika dia yang kamu cinta berkorban sesuatu dan hanya dilakukan untukmu. :) Lebih tepatnya ketika bersamamu. Bersamamu dia akan melakukan hal yang diketukan oleh pintu hati. Entah secara spontan atau terencana.
Romantis, kata yang sering memacu bunga-bunga bermekaran dihati wanita pujaanmu. Dan uniknya, mayoritas wanita terbalut serat kepekaan yang kurang-lebih sama. Hal ini terlihat ketika dia yang kamu cinta bertemu dengan sahabat wanitanya dan “aaaaaah~ so sweet” terucap dari bibir mereka. Lucu.
Romantis, satu kata yang ‘kadang’ menimbulkan perselisihan atau kecurigaan. “Kamu kok enggak romantis kayak dia sih!!!!” atau “Kamu kok tiba-tiba romantis gini, kamu selingkuh ya?!!!”. Hehehe wanita. Mereka memang makhluk yang paling seneng bikin pasangan mereka jungkir-balik buat meng-iya-kan apa yang diminta sang kekasih. Girls, seorang pria mau dan melakukan sesuatu hal untukmu itu adalah salah satu pembuktian dari romantis. Jangan minta dia seperti orang yang kalian anggap romantis atau meminta dia bersikap romantis, romantis itu sebuah ketulusan. Dan ketika mereka melakukan sesuatu hal, entah sesederhana apa itu, lihatlah ketulusannya. Apapun yang mereka kerjakan untukmu adalah sesuatu yang berat dan penuh perjuangan. Jangankan hanya sekedar mengusap kepalamu, membuatmu tersenyum adalah hal yang penuh perjuangan yang mereka hadapi setiap hari. Berhenti merengek, senyum dan bantulah dia dengan meringankan harinya.
Romantis, bukan sebuah tuntutan dari suatu tindakan, tapi keyakinan dan rasa ikhlas membahagiakan pasangan. Pernahkah kalian melihat sisi romantis dari sikap tidak romantis? Sederhana. Romantis atau kemesraan bukan hal yang dibuat-buat, tapi dia hadir setiap saat, tanpa kalian minta dan tanpa kalian duga. Jika memang ingin bertemu dengannya tutuplah mata dan lihatlah dengan hati. Rasakan senyumnya, rasakan sapanya. Bukan tindakan memberikan bunga atau jongkok dan mencium tangan wanitanya. Tapi tindakan ksatria untuk bekerja dan berusaha melakukan hal yang terbaik setiap hari, merencanakan masa depan dan kebahagiaan anak-istri, tidak menyalahkan orang lain ketika terjatuh tapi selalu berusaha melakukan hal terbaik dalam kondisi terburuk sekalipun, optimis tentang meluluhkan hati mertuanya, ikhlas dalam senyuman. Tidak hanya sekedar kata-kata, pria dewasa bukan seperti romeo yang memohon dan berjanji untuk mencintai juliet yang menunggunya dari atas balkon, tetapi seorang pria dewasa adalah orang yang berjanji dalam hati, berusaha mendatangi pujaannya walaupun harus memanjat balkon sekalipun. Wanita adalah makhluk lemah yang terbuat dari tulang rusuk seorang pria. Dia tidak meminta kalian untuk romantis dalam kata-kata, tetapi lebih menunggu kalian untuk bertindak, entah romantis atau tidak tapi yang mereka rasakan adalah sebuah kepastian.
Jangan meminta lebih jika kamu tidak bisa memberikan lebih, jangan menjanjikan sesuatu jika kamu tidak yakin bisa menepati, jangan meminta kepastian jika kamu masih ragu untuk berkata ‘iya’. Alam tidak menuntutmu untuk memberikan kepastian, tapi alam memintamu untuk bertindak ‘iya’. Karena dalam tindakan segala keromantisan atau hasil yang kalian harapkan akan muncul dan berkata ‘iya’ kepadamu.
Berbahagialah kalian yang sedang saling mencinta, karena tiada hal yang indah selain dicintai oleh dia yang kalian cinta. Cintai dia dalam tindakan, jangan cintai dia dalam romantisme sebuah kata-kata. - @zuchdia

Senin, Juli 30

Abje story - True Love Letter

     Dalam suatu perjalanan dijalan raya itu, Abje bertemu dengan Royal Canadian Mounted Plolice (Polisi Kanada) dan beberapa mobil derek, menarik sisa sebuah mobil menaiki tebing terjal. Aku memarkir truk ku dan menghampiri sekelompok supir truk yang diam mengawasi mobil hancur yang mulai muncul dari jurang.
     Salah seorang polisi menghampiri kami dan berkata perlahan,”Saya minta maaf,” katanya,”Sopirnya sudah meninggal saat kami menemukanya. Ia pasti melampaui jalan ini dua hari yang lalu waktu ada badai salju yang buruk. Tak terlihat banyak jejak. Untung kami melihat sinar matahari memantulkan logamnya. Ia menggelengkan kepalanya perlahan dan merogoh saku mantelnya. ”Ini…mungkin kalian sebaiknya membaca ini. Rupanya dia masih hidup beberapa jam sebelum mati kedinginan.”
     Aku belum pernah melihat polisi berlinangan airmata. Aku selalu menyangka mereka sudah sering melihat kematian dan kesusahan sehingga mereka sudah kebal rasa. Tetapi ia menghapus air matanya saat ia menyerahkan surat itu kepadaku. Selagi aku mambacanya, aku mulai menangis. Semua supir terdiam saat membaca surat itu, lalu kembali ke truknya masing-masing. Kata kata didalam surat itu terpatri dalam ingatanku, dan sekarang..bertahun-tahun kemudian surat itu masih jelas seakan aku memegangnya…dihadapanku. Aku ingin berbagi yang diceritakan surat itu dengan anda dan keluarga anda..


….Desember 1974, Istriku yang tercinta,
Tak ada orang yang ingin menulis surat seperti ini, tapi aku cukup beruntung memiliki kesempatan untuk mengatakan apa yang sering lupa ku katakan. Aku mencintaimu, sayang. Kamu sering berkelakar bahwa aku lebih mencintai truk daripada kamu karena aku lebih banyak menghabiskan waktu denganya. Aku memang mencintai mesin ini…ia baik padaku .Ia menemaniku dalam masa sulit dan tempat yang sulit. Aku selalu dapat mengandalkanya dalam perjalanan yang panjang dan ia dapat melaju cepat. Ia tak pernah mengecewakanku. Tapi,tahu tidak? Aku mencintaimu karena alasan yang sama. Kamu juga selalu menemaniku dalam waktu yang sulit dan tempat yang sulit.
Ingat truk kita yang pertama? Truk rongsokan yang selalu membuat kita bangkrut, tapi yang selalu mengumpulkan cukup uang untuk kita makan? Kamu harus mencari pekerjaan supaya kita dapat membayar sewa rumah dan bon tagihan. Setiap Sen yang ku hasilkan dipakai untuk truk, sementara uangmu memberi kita makanan dan atap untuk bernaung.
Aku ingat aku pernah mengeluhkan truk itu, tapi aku tak pernah mendengarmu mengeluh waktu pulang kerja dengan lelah dan aku meminta uang darimu untuk pergi lagi. Seandainya pun kamu mengeluh, mungkin aku tak mendengarnya. Aku terlalu terlena oleh masalahku sendiri sehingga tak pernah memikirkan masalahmu. Aku memikirkanya sekarang, semua yang kau korbankan untukku. Pakaian, liburan, pesta, teman. Kamu tak pernah mengeluh entah bagaimana aku tak pernah ingat untuk berterimakasih padamu untuk menjadi dirimu.
Saat aku duduk minum kopi bersama teman-teman,aku selalu membicarakan trukku, kendaraanku, pembayaranku. Rupanya aku lupa bahwa kamu adalah mitraku meskipun kamu tak berada bersamaku. Pengorbanan dan keteguhan hati dari pihakku dan dari pihakmu jugalah yang akhirnya membelikan kita truk baru. Aku begitu bangga dengan truk itu hingga rasanya ingin meledak. Aku bangga akan dirimu juga, tapi aku tak pernah mengatakanya. Aku menganggap kamu pasti sudah tahu, tapi andai aku melewatkan waktu untuk akan mengatakanya. Bertahun tahun selama aku mendera aspal, aku selalu tahu doamu mengiringiku. Tapi kali ini doa ini tidak cukup. Aku cedera parah.
Ini perjalananku yang terakhir dan aku ingin mengatakan semua yang seharusnya aku katakan sebelumnya. Hal yang terlupakan karena aku terlalu sibuk dengan truk dan pekerjaan. Aku memikirkan ulang tahunmu dan ulang tahun pernikahan kita yang terlupakan. Drama sekolah dan pertandingan hoki yang engkau hadiri sendirian karena aku sedang di jalanan. Aku memikirkan semua saat aku ingin menelponmu hanya untuk menyapamu, tapi tak pernah jadi. Aku memikirkan perasaanku yang damai karena tahu kamu berada dirumah bersama anak-anak menungguku. Tiap kali ada makan malam keluarga, kau selalu harus menghabiskan seluruh waktumu untuk menjelaskan kepada orang tuamu mengapa aku tidak dapat hadir. Aku sibuk mengganti oli; aku sibuk mencari onderdil; aku sedang tidur karena harus berangkat pagi-pagi esoknya. Selalu ada alasan, tapi rasanya sekarang alasan itu tak begitu penting.
Waktu kita menikah, kamu tak tahu cara mengganti lampu. Tapi, setelah beberapa tahun, kamu mampu memperbaiki perapian selagi badai, sementara aku menunggu muatan di florida. Kamu menjadi montir yang cukup baik, membantu memperbaiki, dan aku bangga sekali akan dirimu waktu kamu melompat ke dalam truk dan mundur melindas rumput mawar. Aku bangga akan dirimu saat aku masuk ke halaman dan melihatnu tidur di mobil menungguku.
Apakah itu jam dua subuh atau jam dua siang,kamu selalau kelihatan seperti seorang bintang film bagiku. Kamu cantik sekali. Mungkin aku tak mengatakanya akhir-akhir ini, tapi kamu memang cantik. Aku banyak berbuat kesalahan dalam hidupku, tapi seandainya aku pernah mengambil satu keputusan bagus, itu adalah saat aku melamarmu.
Kamu tak akan pernah bisa mengerti apa yang membuatku terus mengemudi truk. Aku juga tak mengerti, tapi itulah cara hidupku. Masa susah, masa senang, kamu selalu ada. Aku mencintaimu, Sayang, dan aku mencintai anak-anak. Tubuhku sakit, tapi hatiku jauh lebih sakit. Kamu tak akan hadir saat aku mengakhiri perjalanan ini. Untuk pertama kalinya sejak kita bersama, aku benar-benar sendirian dan aku takut. Aku sangat membutuhkanmu, dan aku tahu sudah terlambat. Lucu juga ya, tapi yang kumiliki hanyalah truk ini. Truk terkutuk ini yang mengatur hidup kita begitu lama. Baja rongsok tempatku hidup selama bertahun-tahun. Tapi truk ini tak dapat membalas cintaku. Hanya kamu yang bisa. Kamu beribu mil jauhnya, tapi aku merasakan dirimu bersamaku disini. Aku dapat melihat wajahmu dan merasakan cintamu dan aku takut melakukan perjalanan terakhir ini sendirian. Katakanlah pada anak-anak bahwa aku sangat mencintai mereka dan jangan ijinkan mereka bekerja sebagai supir truk. Mungkin cuma itu, manis…Ya Tuhan, aku betul-betul mencintaimu. Jagalah dirimu dan ingatlah selalu bahwa aku mencintaimu melebihi segala yang ada dalam hidup ini. Aku cuma lupa mengatakanya.


Aku mencintaimu,


Bill   

Jumat, Agustus 26

(♡'⌣')_,✽ teratai

.^^. Gak ada teratai yang tumbuh tanpa lumpur, dan gak ada teratai yang dikotori karena lumpur itu sendiri.
Akar teratai memang hidup dalam kolam yang berlumpur, tetapi karena lumpurlah sang akar tumbuh sehat, batang dan daun tumbuh melesat keluar dari air yang tidak tercemar oleh lumpur apalagi basah karena air.

Teratai dan lumpur, ibarat manusia dengan persoalan hidupnya. Gak ada manusia yang gak punya persoalan hidup, tetapi karena persoalan hiduplah, kebijaksanaan seseorang dapat mencuat kepermukaan.

Gak ada manusia yang menghargai sebuah kebahagiaan bila gak pernah tahu dan ngalamin arti penderitaan.
Karena mengerti bahwa hidup penuh dengan penderitaanlah, maka kita bisa terbebas dari derita dan ngerti bagaimana mencari dan pempertahankan kebahagiaan.

Semoga kita mampu hidup dalam persoalan, tetapi bukan karena persoalan hidup kita gak bisa menjalani hidup.

Belajar dari pengalaman, mencerna dan mempraktekan apa yang sudah didapatkan. Pasti bahagia selalu bersama kita.
Mampu menempatkan diri dalam berbagai situasi dan kondisi, seperti bunga teratai yang mekar di pagi dan siang hari dan kuncup kembali di malam hari.

Jumat, Agustus 12

ibu

.^^. Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya ' itu burung apa yang berdiri disana ??'
'Bangau mama' anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
'Itu yang warna putih burung apa?'
Dgn sedikit kesal anaknya menjawab ' ya bangau mama?...'
Kemudian ibunya kembali bertanya
' Lantas itu burung apa ?' Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang...
Dengan nada kesal si anak menjawab 'ya bangau mama. kan sama saja!..memangnya mama tidak melihat dia terbang!'

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..'Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yang sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali..' Si anak terdiam...dan seketika itu juga ia langsung memeluk mamanya.

-------------------------------------------
Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dengan sungguh-sungguh. Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.

*Pernah kita menghardiknya ? 'Pernah!'
*Pernahkah kita mengabaikannya ? 'Pernah!'
*Pernah kita memikirkan apa yg Dia pikirkan? 'Tidak!'
*Sebenernya apa yang dia pikirkan ? 'Takut'

- takut tidak bisa melihat kita tersenyum , menangis atau tertawa lagi.
- takut tidak bisa mengajarkan hal-hal yang baik kepada kita lagi.

Semua itu karena waktu Dia singkat.. Saat mama/papa menutup mata , tidak akan lagi ada yang cerewet. Saat kita nangis memanggil-manggil beliau , apa yang beliau balas ? 'Beliau hanya terdiam' Tapi bayangannya beliau tetap di samping kita dan berkata : 'anakku jangan nangis,mama/papa masih di sini.Mama/papa masih sayang kamu.' (˘⌣˘)ε˘`)

karena semua udah terencana

.^^. Satu cerita tentang hidup :)
Ketika saya pulang dari kantor diujung jalan, laki-laki setengah baya itu selalu berdiri tetapi saya tidak pernah tahu apakah hari sabtu minggu dia juga selalu berdiri seperti menunggu seseorang.

Dia selalu tersenyum kepada siapapun yang kebetulan lewat. Bertegur sapa dengan setiap orang yang dikenalnya atau mungkin juga orang yang tidak dikenalnya. Sesekali menyeka keringat dikeningnya. Wajahnya terlihat cerah. Kebahagiaan terpancar dari raut muka yang penuh syukur dan keikhlasan.

Pernah pada satu kesempatan saya bertanya padanya apa yang sedang dilakukannya dengan berdiri setiap sore hari. Dengan senyuman dia menjawab, 'saya menunggu istri pulang kantor Mas..' Namun laki-laki setengah baya itu selalu pulang sendirian bila menjelang maghrib.

Dari orang yang sering nongkrong diujung jalan saya baru mengerti bahwa dia selalu menunggu istrinya pulang dengan bus antar jemput di ujung jalan. Setahun yang lalu, tiga hari setelah pernikahan. Istrinya meninggal dunia tertabrak sepeda motor sewaktu turun dari bus.

Sejak itu setiap sore laki-laki setengah baya senantiasa berdiri diujung jalan, menunggu istrinya pulang dari kantor.

-------------------------------------------
'Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan'. (QS. an-Nahl : 96)
-------------------------------------------
Pas banget, gak tau kenapa akir2 ini lagi sering mikir (bukan berarti ane kagak pernah mikir juga tapi). Lagi sering dibikin galau tentang masalah bakal jadi apa besok? bakal kek apa hidupku besok? apa masih bisa ngerasain semuanya? bisa banggain ortu gak ya? target 3,5th lulus S1 bisa gak ya? bisa jadi kakak yang baik buat adek gak ya? bisa jadi istri+ibu yang baik gak ya besok? bisa jadi manusia yang baik di mata Rabb gak ya? dan pertanyaan2 laen seputar hidupku besok, kelak, dan seterusnya.. (⌣́_⌣̀) dari sekian juta pertanyaan 1 yang selalu ada sebelom tidur.. 'besok masih dikasih kesempatan idup gak ya?' Myb aku yang terlalu 'menyibukkan diri' sama semua itu, tapi paling enggak aku pengen planning yang aku targetin bisa tercapai minimal baik... Saling mendoakan ya teman.. ♥\(»'⌣'«)/

belajar dari angsa

.^^. Para ahli yang mengamati cara hidup angsa di daratan Eropa, menginformasikan sebagai berikut :

Bila musim berganti, biasanya kawanan angsa akan berpindah tempat secara berkelompok. Mereka terbang mencari tempat persinggahan yang baru.
Pada saat rombongan angsa itu mengudara, mereka akan membentuk formasi huruf 'V'. Dikala mereka mengepakkan sayap, maka angsa berikutnya akan terangkat, dan seluruh rombongan akan terbang 71 % lebih cepat dibanding dengan mereka terbang sendiri-sendiri. Kalau kepala rombongan letih, ia akan berpindah tempat ke belakang dan seekor angsa lain akan maju mengambil alih tempatnya. Bila dalam perjalanan ada angsa yang jatuh sakit atau misalnya kena luka tembak dan terpaksa harus meninggalkan formasi, maka otomatis dua ekor angsa lainnya akan undur untuk menopang dan melindunginya lalu mendarat. Mereka akan menunggu hingga temannya sembuh, untuk bergabung dengan rombongan berikutnya.

Sungguh indah kebersamaan di antara para angsa itu. Tanpa pamrih mereka saling menopang, mendukung, menguatkan, dan menghibur. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki semangat kebersamaan itu?
Hanya dengan semangat kebersamaan, hidup kebersamaan kita akan terasa indah. Jalan yang berat dan berlikupun akan terasa ringan bila kita melangkah dengan semangat saling mendukung dan menopang. Bersama-sama kita juga akan lebih kuat dalam menghadapi rintangan dan persoalan, serta lebih cepat dalam mencapai tujuan.
Masalahnya, justru sering kita membawa keinginan pribadi. Kita enggan hidup dalam semangat kebersamaan itu. Kita cenderung dengan cara halus atau kasar, memaksakan kehendak kita untuk orang lain penuhi. Maka kalau sudah demikian, jangan heran betapa akan rapuhnya kita. Belajarlah pada kawanan angsa itu.

'Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih sayang terhadap sesama insan dan dalam pekerjaan yang baik serta benar'.

kepastian mata uang

.^^. Jendral Jepang termasyhur, Nobunaga, memutuskan untuk menyerang, meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari jumlah prajurit musuh. Ia yakin bahwa ia akan menang, tetapi para prajuritnya merasa sangsi.

Dalam perjalanan menuju peperangan, mereka berhenti di sebuah kuil Shinto. Sesudah berdoa di dalam kuil, Nobunaga keluar dan berkata: 'Sekarang, aku akan melemparkan mata
uang. Jika gambar kepala yang kelihatan, kita akan menang. Kalau angka yang kelihatan, kita akan kalah. Nasib akan terungkap sekarang.'

Ia melempar mata uang. Tampak gambar kepala. Para prajurit
begitu bersemangat maju perang, hingga mereka menang dengan mudah.

Hari berikutnya seorang ajudan berkata kepada Nobunaga: 'Tak
seorang pun dapat mengubah nasib yang sudah ditakdirkan
untuknya.' 'Memang betul,' kata Nobunaga, sambil menunjukkan
mata uang rangkap, yang kedua sisinya bergambar kepala.

Kekuatan doa? Kekuatan takdir? Ataukah kekuatan iman yang yakin bahwa sesuatu akan terjadi? ☺

Selasa, Agustus 9

bukan kesempatan tapi pilihan !!!

.^^. Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan... Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya... Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan..

Ketika kita memilih untuk bersama seseorang, walau apapun yang akan terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya,lebih segalanya, daripada pasangan kita, dan kita tetap memilih untuk mencintainya.. Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan...

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai Kesempatan dalam hidup kita... Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Tuhan dan manusia adalah Pilihan...

Mungkin kesempatan mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita... Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah pilihan yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan manusia.

Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai... Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang Belum Sempurna.. Dengan cara yang Sempurna...

Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita yang Belum Sempurna dengan cara yang Sempurna... Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita... Agar jiwa kita pun menjadi Sempurna di hadapan Tuhan... Takdir yang mempertemukan. Rancangan yang indah telah disiapkan oleh-Nya (•'o'•)/

Senin, Agustus 8

aku ingin secantik Ibu :3

.^^. Suatu pagi seorang gadis berkata pada Ibunya, ' Ibu...... engkau selalu terlihat cantik, aku ingin sepertimu, beritahulah aku resepnya...'

Dengan tatapan dan senyum haru, sang Ibu pun menjawab :
'Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik... '
'Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlasmu di muka bumi... '
'Untuk mata indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain... '
'Untuk tubuh yang langsing, sisihkan makananmu bagi fakir miskin... '
'Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah dosa dan pujianmu untuk-Nya... '
'Untuk wajah putih bercahaya, basuhlah muka dgn air yg bersih... '

Anakku......
'Kecantikan fisik akan pudar oleh waktu, tapi kecantikan perilaku tak akan pudar meski oleh kematian.' (O̴̴̴̴̯͡ .̮ O̴̴̴̴̯͡)

♥ keluarga..

.^^. Bill Havens, seorang pendayung hebat berkaliber Internasional dalam masa karantinanya menjelang piala dunia mendayung, menerima berita bahwa istrinya akan segera melahirkan. Setelah mendengar kabar tersebut ia memilih untuk pulang, tidak mengikuti kejuaraan dunia dan memutuskan untuk menunggui istrinya yang akan melahirkan.

Belasan tahun kemudian th 1952, Bill menerima telegram dari putranya, Frank yang pada saat itu baru saja memenangkan medali emas cano 10.000 meter pada Olimpiade di Finlandia.

Telegram itu isinya:
'Ayah, terimakasih karena telah menunggu kelahiran saya.
Saya akan pulang membawa medali emas yang seharusnya ayah menangkan beberapa tahun yang lalu.
Anakmu tersayang, Frank...'

Dari kisah diatas kita bisa belajar bagaimana kehadiran keluarga berdampak sangat besar bagi anggota keluarga tersebut.

Theodore Roosevelt, mantan Presiden AS berkata: 'Aku lebih suka melewatkan waktu bersama keluargaku daripada dengan petinggi-petinggi dunia manapun'.

Sahabat...
Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu titik dimana pada dasarnya semua yang kita lakukan, semua jerih lelah kita dalam pekerjaan, semua untuk mereka, keluarga yang kita cintai.

Pada akhirnya kita akan menemukan bahwa jabatan, prestasi, dan promosi tidaklah seberarti kebersamaan diantara keluarga.

Jadi relakah kamu menukar kehangatan dalam keluargamu dengan kesibukan dalam pekerjaanmu yang mungkin sudah sangat berlebihan?
Selalu ada hasil yang terbaik dari kerja keras yang terbaik pula.
Jika anda Marketer : Keluarga adalah nasabah utamamu.

Jika anda karyawan : Keluarga adalah bossmu sesungguhnya.

Jika anda investor : investasi yang paling berharga adalah nilai-nilai yang kamu tanam dalam Keluargamu.

Pastikan ketika kamu diposisi puncak gunung kesuksesan , kamu mengibarkan bendera kemenangan dengan pelukan keluarga disekitarmu, dan bukan dalam keadaan mereka tertinggal dibawah sambil menangis karena kehilangan kamu.. (зˆ▽ˆ)зε(ˆ▽ˆε)
.^^. Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?

Tuhan menjawab : Ketika AKU menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seseorang yang istimewa.

AKU membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.

AKU memberikan kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang sering datang dari anak-anaknya.

AKU memberi kekerasan untuk membuatnya tetap tegar saat orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

AKU memberi kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam tiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

AKU memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.

AKU memberi kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa suami yang baik takkan pernah menyakiti istrinya, tapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.

Akhirnya,
AKU memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.

Kau tahu Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan atau bagaimana ia menyisir rambutnya.

Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya tempat dimana cinta itu ada. ( ื▿ ืʃƪ) ♥

telor dan tempe yang gosong..

.^^. Sebuah ceritapun dimulai..

Ibu selalu bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, sambil mengasuh adik yang masih kecil. Suatu malam, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong ! Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja, pasti sudah bosan melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa ! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan ibu dengan tersenyum, dan bahkan berkata : 'Bu terima kasih ya!' Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar mama meminta ma'af karena telor dan tempe yang gosong itu, dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan : 'Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong.'

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman 'selamat tidur' pada ayah, saya bertanya 'apakah ayah benar2 menyukai telur dan tempe gosong?' Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata : 'Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar2 sudah capek, jadi sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok !'

Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun2 berikutnya.
'BELAJAR MENERIMA KESALAHAN ORANG LAIN', adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi.

Ingatlah emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada dan selalulah berpikir dewasa mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi, itu pasti punya alasannya sendiri.

Janganlah kita menjadi orang yang egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti.

Menjadi tua itu pasti, tumbuh menjadi dewasa itu PILIHAN, dan manusia yang Dewasa adalah manusia PILIHAN. ('▿^)♉

s.e.n.y.u.m \(´▽`)/

.^^. Dalam ajaran Islam, tersenyum dianggap sebagai suatu ibadah, Rasulullah saw bersabda, 'Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah,' (HR Muslim).

Senyum adalah sedekah, karena orang yang tersenyum adalah orang yang mampu memberikan rasa aman dan rasa persahabatan pada orang lain.
Senyum juga menggambarkan karakter kondisi si pemberi senyum bahwa ia mempunyai sifat lembut, ramah, dan bersahaja.

Untuk memotivasi para sahabat, suatu hari Rasulullah saw berpesan, 'Janganlah kalian menganggap remeh kebaikan itu, walaupun itu hanya bermuka cerah pada orang lain,' (HR Muslim).
Orang yang selalu bermuka cerah, tentu akan mendapat tempat dan disukai oleh banyak orang, sebaliknya orang yang hanya cemberut saja, mudah tersinggung dan marah akan dijauhi banyak orang. Kondisi yang terakhir justru akan merusak keseimbangan fisik, tekanan darah naik, detak jantung tidak menentu dan lekas tua. Dalam dunia kesehatan ditemukan bahwa orang yang tersenyum, tertawa tidak berlebihan, membuat jasmaninya sehat terutama dapat mengendorkan ketegangan otot wajah, wajahnya selalu terlihat berseri dan indah dipandang.

Secara filosofi, senyum adalah ekspresi optimisme dan harapan. Sedangkan marah adalah ekspresi keputusasaan dan ketidaksabaran. Senyum adalah sikap membangun, marah adalah sikap merusak. Menyikapi kondisi carut-marut bangsa ini, layaklah kita tersenyum. Sikap marah hanya akan memperkeruh kondisi, kemarahan bisa berbuah dendam, bisa menyulut pertikaian, bisa mengubur ukhuwah.

Ringkasnya, marilah tersenyum dan hindari marah. 'Orang yang pantas dipuji ialah orang yang masih sanggup tersenyum dalam keadaan serba menyayat memilukan hati' (Ella W Wilcox). Waallahu 'alam.
Smile up guys... ( ⌒˛⌒)人(⌒˛⌒)

Senin, Agustus 1

100 jam

.^^. Ok kali ini kita bahas novel :) Novel 100 jam ini udah aku beli dari jaman SMP, masih terawat dengan baik tentunya.. :D 


Novel yang bercerita tentang Jasmine dan temen-temen kecilnya, "children of paradise" cukup menginspirasi aku gimana cara memahami hidup, cinta, keluarga dan persahabatan. Nice book ! :)


Dan yang menarik perhatian, setiap bab ada kalimat-kamilat pembuka :
> Mimpi Buruk Meynar
   "api merambat setiap mimpi malamku, aku tergugu, tak sanggup melanjutkan tidurku, merindukan ibu yang bersamanya berlalu"


> Jasmine
   "melati ... bunga kecil putih nan wangi, tak perduli mesti dikelilingi ilalang, senantiasa bersajaha dan menawan, lembut dan tegar disaat bersamaan"


> Diamantya
   "aku terjebak, dalam mimpi yang tak pernah aku impikan, ingin rasanya berteriak, tapi suaraku bilang tertelan"


> Kenalan Ulang
   "kuputar kembali memori masa itu, alunan melodi irama berpadu, antarkan kisah walau hanya sejengkal waktu"


> Tantangan Diamantya
   "katakan, siapa yang bisa meredam kehebatanku ! katakan, siapa yang berani menyambut tantanganku ! hadapi aku kalau kau mampu, buktikan siapa sang nomor satu"


> Hukuman Termanis
   "telinga ini terbiasa mendengar nyanyian malaikat, langkah cinta pun semakin dekat, kuakui ... aku pun terpikat"


> Terlambat Pulang
   "malaikat membungkus harapan, dalam setiap detik hujan, bocah-bocah mengais rejeki ... menangkapi butiran yang jatuh ke bumi"


> Hukuman 100 jam
   "manifestasi cinta tak selalu manis, ada kalanya ... pahit mengajari jenis cinta yang lain"


> Sang Guru
   "lihat aku Si Pembagi Ilmu, yang dibayangi belenggu semu, hukuman Bunda yang erat mengikatku"


> Seniman Terminal
   "ia hidup di jalanan, belajar di jalanan, ia bernyanyi, berteriak, tertawa, menangis di jalanan, ia salah satu anak negeri yang terdampar ... di jalanan"


> Idealisme Arya
   "to see them shine ... the children of paradise, who are raised in a hideous place, i do have faith on you ... to create your beautiful path, and i'll be walking after you"


> Menghimpun Kekuatan
   "tantangan semakin dekat menjelang, waktu tersisa tidaklah panjang, berharap tiada asa terbuang, aku harus berjuang !"


> Dua Arjuna
   "aku tidak ingin bicara tentang cinta, tapi cinta tak jua berhenti membicarakan aku"


> Tempat Tertinggi
   "kuajak kau ke tempat tertinggi, bersama kita mengirim mimpi-mimpi, tahukah kau? kau salah satu mimpiku"


> Dul dan Gelap
   "aku terkukung dari kegelapan, menggapai-gapai setitik terang, yang ku genggam hanya bayangan"


> Lembaran Kelam
   "akhirnya ... sampai juga aku ke bagian kelam hidupku, sedih ... haru ... ingin menangis tapi aku malu, aku harus bagaimana, aku tak tahu harus berbuat apa"


> Hari H
   "hidup mengajari kita banyak hal, lewat tawa, lewat tangis lewat kemenangan atau ... kekalahan"


> 29 Februari 2005
   "akhirnya aku sampai disini"


> Kenangan
   "waktu berlalu ... berlari kau kejar mimpimu, maafkan aku ... jauh di palung hatiku, aku ingin kau pulang dalam pelukanku"


> Epilog
   "kita tidak bisa memilih bagaimana hidup kita dimulai, dimana kita dilahirkan, siapa orang tua kita, kita tumbuh dilingkungan mana, dikelilingi orang-orang seperti apa ... tapi, kita bisa menentukan arah hidup yang ingin kita jalani..."


( Andryan Suhardi, Amalia Suryani )